Feeds:
Posts
Comments

dampak global warming

dampak global warming

Ini lah dampak dari pemanasan global. Es dikutub mencair, hal ini mengakibatkan volume air laut meningkat dan pada akhirnya banjir. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki dan menyelamatkan bumi kita. Mulailah dari hal kecil disekitar kita. Buanglah sampah pada tempatnya. Hal kecil ini tidak membuat kita bangkrut dari segi apapun, apalagi materi. Kita akan dapat mencegah bencana alam yang datang di musim hujan yaitu banjir.

Kita tidak sadar bahwa dengan membuang sampah sembarangan kita telah menyebabkan bencana bagi orang lain, kita berbuat zalim pada orang lain. Bukankah kita tidak ingin tanpa sadar membuat orang lain sengsara, buat dosa besar dengan menyengsarakan orang lain.

Mari kita berhenti bersikap egois, pikirkan juga nasib orang lain yang sengsara akibat sampah yang kita buang sembarangan.

ThankZ to Allah

ThankZ to Allah

ThAnkS to Allah SWT Yg TElah MembRikan KesemPAtan Sehingga Saya Bisa mEmbuat Blog niCh..

SeLamat Datang di Blog Pribadi Saya Ini….

bLog saya ini akan mengulas tentang Pemanasan GloBAl atau GlobaL Warming

Tentang keadaan bumi kita sekarang nih…. Menyedihkan deh….!!!!

Ketika menuliskan Global warming ‘ngga bisa’ dicegah ! tentunya banyak yang heran dan menganggap aku ngga konsen dengan lingkungan. Sebenernya bukan itu maksud saya menuliskan mengapa Global Warwing takbisa dicergah. Yang lebih penting perlu diketahui adalah bahwa yang diperlukan adalah bagaimana persiapan dan kesiapan kita “menyambut” kedatangan perubahan iklim. Persiapan “menyambut” ini lebih penting dari mencoba mencegahnya.

Tentang keadaan bumi kita sekarang nih…. Menyedihkan deh….!!!!
Fakta
» Bumi makin panas bo……

» Ada orang yang masih berfikiran “ngapain pusing2 mikirin global warming”…kok bisa ya…????

» You know……….kendaraan makin banyak…macet dimana2…boros bensin, polusi… Wowww!!!!!!!!!!

» Yuk…mulai dari kita gak boros energi…( contohnya : kalo pake listrik gak berlebihan…… )

» Effek rumah kaca

» Panas matahari merambat melalui atsmosfer

» Sebagian panas matahari diserap oleh bumi dan memanasinya

» Panas matahari sebagian di pantulkan kembali oleh atsmosfer dan bumi

» Panas matahari sebagian dipantulkan kembali oleh bumi

» Sebagian panas yang dipantulkan bumi diserap oleh gas2 di atmosfer sehingga menahan panas keluar atmosfer.

» Gas Rumah Kaca adalah gas di atmosfer yang berfungsi seperti panel kaca yang ada dirumah kaca. Tugasnya menagkap energi panas matahari supaya tidak terlepas kembali ke atmosfer. Kategori gas rmh kaca adalah : CO2 ( Karbondioksida), NO2 ( Nitro Oksida), CH4 ( Metana ). Sebenarnya, tanpa hadirnya gas2 ini, panas akan menguap keangkasa dan temperatus rata2 bumi menjadi 60 der F ( 33 der C ) lebih dingin

10 kejadian

Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.

Kebakaran hutan besar-besaran

Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.
Situs purbakala cepat rusak

Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.
Ketinggian gunung berkurang

Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
Satelit bergerak lebih cepat

Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.
Hanya yang Terkuat yang Bertahan

Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.
Pelelehan Besar-besaran

Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.
Keganjilan di Daerah Kutub

Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.
Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara

Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.
Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi

Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.
Peningkatan Kasus Alergi

Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.